Monitoring MOTAH 9 di Neglasari Majalaya, Pengelolaan Sampah Didorong Berjalan Optimal


CEO GROUP | Kabupaten Bandung – Kegiatan monitoring MOTAH 9 dilaksanakan di Kampung Neglasari RT 02/RW 06, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemantauan terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah di wilayah sekaligus memastikan proses penanganan sampah dapat berjalan secara tertib dan berkelanjutan.


MOTAH 9 menjadi salah satu bagian dari kegiatan pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Majalaya. Dalam kegiatan monitoring, dilakukan pengecekan secara langsung terhadap aktivitas pengelolaan, mulai dari jumlah sampah yang masuk, sampah PR, hingga jumlah sampah yang telah dimusnahkan.


Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, tercatat sampah masuk sebanyak 1,5 ton, sementara sampah PR sebanyak 500 kilogram. Adapun jumlah sampah yang berhasil dimusnahkan tercatat sebanyak 1,8 ton.


Kegiatan monitoring tersebut mendapat pengawasan dari Sub 4 Majalaya, Peltu Hendi Suhendi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik serta mengetahui secara langsung kondisi dan perkembangan pengelolaan sampah di lapangan.


Dalam penyampaiannya, Peltu Hendi Suhendi mengatakan bahwa monitoring secara berkala diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah dapat dilaksanakan secara maksimal.


“Monitoring ini kami laksanakan untuk melihat secara langsung perkembangan pengelolaan sampah di lapangan. Kami berharap kegiatan MOTAH 9 dapat terus berjalan dengan baik dan mampu memberikan kontribusi dalam mengurangi timbulan sampah di lingkungan masyarakat,” ujar Peltu Hendi Suhendi.


Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat. Pemilahan serta penanganan sampah sejak dari sumbernya menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi permasalahan sampah di lingkungan.


“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan membiasakan pengelolaan dan pemilahan sampah. Dengan adanya sinergi antara masyarakat, pengelola, dan pihak terkait, diharapkan penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.


Kegiatan monitoring MOTAH 9 di Kampung Neglasari diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah. Dengan pengelolaan yang konsisten, diharapkan volume sampah yang masuk ke lingkungan dapat ditekan serta kondisi lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Kegiatan monitoring berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penanganan Laporan Advokat Hafidz Halim Disorot, Diduga Sarat Kejanggalan dan Kriminalisasi

Ketua Umum DPP Asprumnas (Asosiasi Pengembang dan Pemasaran Rumah Nasional) M Syawali P, SE., MM. Angkat bicara Terkait Berlaku nya KUHP dan KUHAP Baru

Kesaksian Kunci di PN Banjarbaru Ungkap Dugaan Rekayasa Dokumen LBH Lekem Kalimantan